Poker Online

Kisah Nyata Pecandu Togel dan Poker di Situs Judi Online

Seharian tadi saya menguras waktu dengan bermain judi di situs poker online android di warung kopi pak musang. Setelah pagi harinya, motor kepunyaan adik Ibu saya, usai dibetulkan rem depan dan tegangan rantainya. Terhitung hari ini, saya laksana harus mencari kegiatan lain, berhubung waktu kerja telah lewat sebagai pegawai upah jasa di lingkup pemkab Lutim. Seperti biasa, situasi di warkop ini amat sepi ketika siang. Membuat pemiliknya tampak amat malas ketika saya memberi sinyalemen untuk menggiatkan jaringan internet di warkopnya.

Kisah Nyata Pecandu Togel dan Poker di Situs Judi Online

Kisah Nyata Pencandu Togel dan Poker di Situs Judi Online

Dua orang yang sedang bersamanya pun langsung kabur saat saya tiba. Saya tak tahu sebabnya. Malah saya sama sekali tak mengenal kedua orang itu. Tapi, dari gelagatnya, saya dapat yakin mereka tengah merundingkan tentang judi togel yang memang sedang marak akhir-akhir ini di sejumlah tempat. Saya termasuk di antara orang yang tak memungut pusing dengan perilaku judi orang-orang di dusun ini. Malah, gejala serupa laksana telah menjadi pemandangan biasa semenjak saya masih berumur 12-15 tahun.

Dahulu, tetangga saya tergolong salah seorang bandar togel yang ternama. Ia menguasai hingga sejumlah kabupaten guna jenis judi itu. Kalau kini namanya togel, seingat saya, dulu orang-orang di dusun ini menyebutnya porkas atau kupon putih, yang merujuk pada sebanyak nomor yang di isikan ke atas selembar kertas kecil. Nomor-nomor yang di isikan itu seringkali terdiri dari dua angka, tiga, sampai empat angka. Saya sendiri tak pernah memainkannya, meski sejumlah kenalan dan sepupu biasa menyuruh untuk ikut memasang.

Tapi, menginjak tahun 1997, jenis judi tersebut jadi jarang lagi dilakukan. Karena semakin intensifnya razia oleh pihak kepolisian, tak lagi terdapat bandar yang berani main buka-bukaan. Di penghujung tahun 1998, saya nyaris tak lagi mendengar istilah togel, porkas atau kupon putih, walau jenis perjudian kartu dan domino masih tetap dilakoni oleh tidak sedikit kalangan. Di SMA, permainan kiu-kiu (saya tak tahu tentu bahasa Indonesianya-red) pernah marak dimainkan di dalam kelas. Awalnya melulu pasangan kecil-kecil saja, namun lama-kelamaan jadi membesar juga. Meski saya pun tak pernah memainkannya, bareng seorang rekan karibku saya pun pernah merasakan hasil judi di kelas tersebut untuk menonton pesta rakyat musik di Sorowako.

Poker Online

Judi dengan kartu tersebut masih tidak jarang terlihat ketika saya sesekali kembali dari masa perkuliahan di Makassar. Beberapa lokasi perjudian di sejumlah rumah pun sering saya sambangi, sebatas untuk melihat-lihat, atau menyapa beberapa dari mereka yang merupakan sahabat dekat saya semenjak dulu. Tapi, meski mereka tetap melakoni kegiatan bermain judi itu, hal kedekatan menciptakan saya tak pernah memandang mereka sebagai pendosa yang layak dihukum. Malah, dalam sejumlah kasus, kadang saya pun ikut menimpali dari luar mengenai jumlah taruhan mereka.

Saat saya pulang ke lokasi ini sejumlah waktu yang lalu, saya mendapati lagi mereka berkata tentang nomor dan shio. Tiba-tiba saya laksana dibawa ke masa sejumlah tahun yang lalu, saat jenis judi seperti tersebut marak dimainkan sampai ibu-ibu lokasi tinggal tangga. Saya pun tak tahu, apa sebab sampai togel pulang merebak di lokasi ini. Tapi, bertolak belakang dari tahun-tahun sebelumnya, metodenya kini jauh lebih apik dan sulit ditangkap. Pasalnya, dahulu pihak kepolisian menghentikan jenis judi ini dengan menangkapi semua bandarnya.

Sekarang, bila pihak kepolisian mau mengerjakan hal serupa, mereka tentu bingung siapa bandarnya. Era internet sudah memacu sebentuk sistem perjudian yang apik, menciptakan siapapun sekarang dapat menjadi bandar untuk dirinya, untuk yang punya modal di atas lima juta rupiah. Mereka melulu memerlukan laptop atau ponsel yang menyokong koneksi internet, sebuah kitab tabungan virtual dan isinya, serta kitab rumus-merumus.

Togel Online

Bagi yang hanya modal sepuluh ribu perak, bandar kecil-kecilan pun siap mewadahi. Modalnya, sistem kepercayaan. Seseorang yang hendak melakukan pemasangan lumayan menelepon atau mengayunkan sms ke nomor sang bandar, dan menantikan apakah nomornya naik atau tidak. Naik atau tidak, si bandar bakal berkeliling di senja hari ke rumah-rumah penduduk yang sudah mengayunkan nomor tertentu, guna menagih orang-orang tersebut, atau menyerahkan hak untuk yang menang. Karena tak seluruh orang dapat dengan mudah memahami nomor si bandar, melulu orang-orang yang memang gemar berjudi yang bakal berupaya menggali tahu nomor-nomor semua bandar.

Menariknya, sebab ketentuan nomor-nomor yang menang amat gampang diketahui, sebab togel di sini melulu mengikuti dua putaran, yaitu putaran Singapura dan Hongkong. Di jam-jam naiknya nomor, seringkali lalu lintas jaringan internet bakal menjadi semakin tinggi di malam hari usai maghrib guna putaran Singapura, dan pada pukul sembilan malam guna putaran Hongkong. Dengan begitu, semua pemasang kadang lebih dulu tahu nomor yang naik ketimbang semua bandar.

Polisi jelas keadaan bingung mau menciduk yang mana. Meski masing-masing hari orang terus saja berkata tentang nomor yang naik dengan bebas saja, tetapi menciduk mereka melulu karena iseng membicarakan nomor togel yang naik di internet jelas tak berdasar. Paling banter, mereka dapat merombak judi togel itu, dengan menyaksikan statistik ekspedisi sms seluruh provider telepon. Ke siapa yang sangat banyak, dan apa isi smsnya. Tapi, tersebut tentu satu tekhnologi yang kelihatannya belum terdapat di derah ini sampai 20 tahun mendatang.

Sebagai seseorang yang telah biasa melihat gejala perjudian itu, saya jadi seseorang yang tak memungut pusing pun dengan judi togel dan semua pelakonnya. Terlebih, memang terdapat perbedaan antara orang-orang di dusun ini dalam menyalurkan kegemaran judinya dengan yang terdapat di lokasi lain. Di sini, mereka yang berjudi bukanlah orang-orang yang rela menguras hartanya demi praktik perjudian. Saya tak pernah mendengar kisah seperti itu. Yang ada, justeru hanya kisah para bandar di masa kemudian yang mesti gulung tikar karena kehabisan uang guna menyuap polisi.

Para penjudi di dusun ini ialah orang-orang yang banyak sekali bekerja di tambang, dan sudah mempunyai gaji yang lumayan buat keluarga. Hanya saja, kurangnya hiburan dan permainan yang dapat mereka jadikan sebagai ruang relaksasi dan menghilangkan stress di lokasi kerja, menciptakan mereka menghamburkan sedikit pendapatan untuk bermain game bertitel togel. Seorang sepupu saya yang seringkali hanya bertandang dua kali sebulan ke Malii dari lokasi kerjanya di Sorowako, seringkal mengeluhkan kurangnya sarana pelepasan penat di kabupaten ini.

Kadang, ia bertandang ke warkop atau warnet guna bermain poker. Tapi, koneksi yang kadang macet, atau kemauan untuk menggali permainan lain, masih tidak jarang timbul. Ia kemudian memilih bermain judi togel, dan kadangkala menjadi bandar untuk sejumlah kawan kerjanya di Sorowako. Seperti dua orang yang saya temui tengah mengobrol tentang togel di warkop itu, sepupu saya menjadi satu narasi bertolak belakang tentang praktek haram dalam doktrin agama itu. Toh, dalam sejumlah sisi, memang tak terdapat perbedaan antara format permainan laksana poker atau togel. Semuanya berubah sebagai arena relaksasi, ruang permainan untuk memenuhi waktu senggang. Hanya saja, judi memang terlanjur dilarang oleh bang rhoma, sementara poker tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *